Langsung ke konten utama

Pelajar Indonesia - Tugas Sekolah - MA AL - QAMAR



Tugas kelompok

6 NYAWA 1 CINTA


D
I
S
U
S
U
N


OLEH :

ST NURFADHILAH BASIR
ZULFIANA
FATMAWATI B
RAMDANI
RAMLAH K
NURHIKMAH



TAHUN AJARAN
2016 / 2017



                                                                        *********


Ima , Lulu, Ana , Fatma, Dilbas , dan Hikma a saling bersahabat walau demikian ima, lulu, ana dan fatma lebih dekat karena mereka sudah bersahabat sejak kecil. Sedangkan Dilbas dan Hikmah bersahabat dengan mereka berempat baru 1 tahun yang lalu .
                Pada hari itu suasana di kelas begitu suasana dikelas begitu baik dan tenang tapi mereka sedikit galau memikirkan masa depan masing-masing . Bel tanda pelajaran hambir selesai tetapi im’s, ke-5 sahabatnya, dan teman-teman lainya lagi FREE karena tidak ada pengajar .
Dilbas : “ Ehh, kalian pernahmikir ngga sih, kita bakalan sampai kapan ya kaya’ gini ?? “
Fatma : ” Ya ngga lah ... kita kan punya impian “
Ima : “ iya juga yah,, masa sih dari tahun-tahun yang lalu kita masih kaya’ gini . “
Ana : “ kamu aja tuh, kaya’ gitu mulu . Gebetan lo sekarang siapa im’s  ?? “
                Mendengar perkataan An’s , mereka pun menyorakin ima .
Semua : “ Cieeee ...... Utsss (Dilbas)
Lulu : “ Loh, kalian belum tau ya, Ima kan baru jadian sama si .....
Fatma : “ sama siapa Lu’s ?? “ (muka serius)
Lulu : “ sama si itu yang kemarin dia ajakin ketemuan .”
Ana : “ Oh si A
Lulu : “ iya “
Dilbas : “ pantasan aja kemarin Ima ngajak gue jalan . Tapi nggak jadi . Oh jadi itu ...
                Selamat yaa (jabat tangan dengan ima )
Ima : “ yaaaa , Dilbas mah gituh . Bongkar rahasia “
Lulu : nggak apa-apa sekali-kali “
Ima : “ sekali-kali atau beribu-ribu kali . Kamu juga “
Lulu : Apa ????? Gueee
Ima : “ Iya, eluu
Lulu : “ Biarin :p
Ana : “ sudah-sudah kalian masih kayak dulu . nggak berubah
Hikmah : “ berubah jadi apa an’s . supermen , batman, atau peweranjes ?? :D
Fatma : “ sebenarnya nggak apa-apa buka-bukaan , kita semua kan sahabat ,nggak boleh ada yang nutup-nutupin masalah cowok sekalipun “
Hikmah : “ ingat nggak kata-kata waktu kita lagi asik duduk-duduk di bawah pohon waktu itu kita pernah bilang kalau kita itu bagaikan 6 nyawa dalam 1 cinta “ . ingat nggak
Semua : “ oh iya, ingat-ingat “
                Jadi kita semua sahabat im’s, lu’s , an’s , hik’s , fat’s dan dil’s elamanya “
                Karena terlalu serius bercerita, mereka semua ngga sadar kalau jam pulang sekolah telah tiba .Mereka pun membereskan buku-buku yang ada di atas bangkunya masing-masing dan langsung pulang ke rumah masig-masing “ .
Dilbas : “ Ets’s tunggu dulu , besok hari apa ?? “
Hikma : “ jum’at
Dilbas : “ iya, gue tau “
Hikma : “ trusss .. “
Dilbas : “ Libur dong “
Lulu : “ oh iya juga ya . (muka malas).
Ana : “ hhmmm , malas tinggal di rumah “
Ima : “ G’mana klo besok aktiitas kalian sudah semua , kita jalan , G’mana ?? “
Fatma : “ mmm. Bolehlah Bolehlah (mikir)
                Mereka pun pulang ................
                Keesokan harinya, setelah aktivitas mereka berakhir . Mereka pun jalan bersama ke-5 sahabatnya . Mengelilingi kota . Dan akhirnya mereka capek dan lapar . Sehingga beristirahat sejenak di resto . Tapi sebelumnya mereka pernah janjian dengan teman kelas lainnyanuntuk sama-sama makan di resto .
Fatma : “ Im’s kamu gimana sih katanya ana-anak yang lain bisa datang, kan pernah janji mau makan bareng “
                Sebelum ima menjawab, dilbas bertanya .
Dilbas : “ anak-anak siapa ?? siapa yang sudah nikah ?? kok aku nggak di undang ? ih kalian jahat banget,,, jahat,jahat .
Ana : “ aduh Dilbas, maksud fatma itu, teman-teman sekelas kita , bukan anak-anak dalam artian sebenarnya “
Dilbas : “ Oh gitu, memangnya ada apa kamu nanyain teman-teman sekelas kita fat’s ?? (masih kebingungan)
Fatma : “ Dilbas similikiti cimi-cimit sayangku, aku nanyain mereka karena hari ini kita janjian ngumpul bareng, masa kamu lupa sih ??? Ampuuuun .
Dilbas : “ ngapain fat’s minta ampun ?? kamu kan ngga punya salah . Lebaran aja udah lewat .”
Semua : DILBASSS ....
                Dilbas masih berfikir dan baru ingat tentang acara ngumpul bareng yang dimaksud .
Ima : “ Oh iya maaf fat’s . ternyata banyak yang batal datang . jadi yang hadir sekarang ya Cuma kita-kita doang. “
Fatma : “ Ya udah dehh ngga PP
Lulu : “ kalau gitu langsung pesan makan aja yuk ! “
                                Lulu melambaikan tangan kepada pelayan resto . Tak lam kemudian pelayan resto datang dengan membawa makanan di tangannya . karena ima yang memiliki sifat suka mencela iapun bertanya ....
Ima : “ itu nasi ya ??? “
Pelayan : “ iya, ini nasi kuning:
Dilbas : “ oh, nisi itu yang dimakan kan ?? “
Lulu : “ itu nasi “
Dilbas : “ Nasi itu yang penyanyi dangdut kan ?? “
Ana : “ itu Nasar Dibas
Dilbas : “ Nasar itu klo orang tahan amarah ya ?? “
Hikma : “ Dilbas itu sabar sayang “.
                Karena ulah Dilbas yang begitu konyol , dan memang ia sangat humoris diantara sahabat-sahabat lainnya . dan tiba-tiba ...............
Ana : “ Dil’s kok kamu diam ???
Dilbas : “ (Menggeleng)”
Lulu : “ dil’s kmu kenapa ??? “
Dilbas : “ ngga kok aku ngga PP “
                Karena suasana yang tenang mereka semua berbicara sambil tertawa tetapi dilbas yang tiba-tiba saja menjad tenang .
                Keesokan harinya , di kelas Ima, Lulu, Fatma, Ana dan Hikmah saling berbincang-bincang dan membahas masalah tugas . Tetapi tiba-tiba lulu sadar klo diantara mereka ada yang kurang .
Lulu : “ sepertinya hari ini ada yang kurang . biasanya kan tap kita ngumpul-ngmpul selalu ada yang lucu “
Fatma : oh ia Dilbas mana ??
Ana : “ iya juga ya, Dilbas belum datang ??”
Ima : “ kayaknya sih belum “
                Tiba –tiba Handphone Hikma berbunyi
Hikmah : “ Etss , ada telfon dari Dilbas “
Ana : “ iya , coba angkat “
Hikma : “ iya Tunggu “
Ima : “ ouh , lama banget sini handphonenya (mengambil hanphone dari hikma )
                Halo Dilbas ..
                Dan panggilan dari dilbas tiba-tiba saja mati .
Ima : “ ternyata Dilbas Cuma Miscall “
Ana : “ atau jangan –jangan .... “
Fatma : “ jangan-jangan kenapa ?? “
Lulu : “ utss, jangan berpikiran yang ngga-ngga deh “
                Sepulang sekolah , mereka berminat untuk menjenguk Dilbas di rumahnya
Ana : “ Ets , itu siapa ?? “
Fatma : “ mungkin anak baru kali ....
Ima : “ seperti dilbas                                                                                                                                                               
Hikma : “ tapi klo  dilbas kenaapa tadi ngga masuk kelas ?? “
Ya sudah , dari pada penasaran , lebih baik kita hampiri dia , tapi tiba-tiba saja ima keseleo dan jatuh ke dilbas .
Ima : “ sorry dek, ets Dilbas
Lulu : “ loh kok kamu ada di sini , padahal kan tadi kamu nggak masuk kelas ??”
Hikma : “ iya Dilbas, sebenarnya lo kenapa ?? “
Dilbas : “ (menggenggam secarik kertas) aku kasini karena aku mau kasih tau kalian ...
Hikma : “ kasih tau apa ?? “
Dilbas : “ aku mau ngucapin terimah kasih , karena selama ini , kalian udah baik banget sama aku . kalian udah mau jadi sahabat aku, pengertian sama aku dan juga gue mau minta maaf kalau gue punya salah sama kalian “
Ima : “ sebenarnya lo itu kenapa sih dil ?? apa yang lo sembunyiin dari kita ?? “
Dilbas : “ (menangis tersedu-sedu) gue ngga tau apa yang harus gue lakuin buat ngebalas kebaikan kalian di sisa- sisa waktu ku ini “
Lulu : “ sisa-sisa waktu ?? kenapa lo ngomong kayak gitu ?? emangnya elo mau kemana Dil ??
Dilbas : “ kalian tau kan kalau kepala gue itu sering sakit ? beberapa hai yang lalu aku periksa ke dokter karena gue juga ga tahan , terus saat itu juga dokter nyuruh gue buat roncen daerah kepala , dan tadi pagi gue ambil hasil roncenya “
Ana : “ terus ?? 
                Dilbas tak menjawab pertanyaan ana. Langsung saja dilbas merebut secarik kertas yang sedari tadi di genggam oleh dilbas.
Ana : “ apa? Ini ngak mungkin. Fadhilah dilbas positif mengidap penyakit kanker otak                      stadium akhir ? lo bohongkan dil?
Dilbas :    lo bisa liat sendirikan ana.itu semua bukan rekayasa.hidup gue gak lama lagi berakhir.bentar lagi gue bakal ninggalin lo buat selama-lamanya.Harapan hidup gue bentar lagi gue akan ninggalin lo buat selamanya. Harapan gue udah kecil banget
Ima : “ nggak loh nggak boleh bilang gitu, kita ngga boleh pisah “
                Tiba –tiba dilbas merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya . lalu kemudian pingsan .
Dilbas : “ (dilbas memegangi kepalanya ) Aw sakit . kepala gue sakit im’s
Ima : “ Dil kmu kenapa (menopang tubuh dilbas yang pingsan ) la bangun la ! bangun !  ya tuhan , dilbas kenapa ?? Tolong ... tolong ....
                Mala segera di bawa ke rumah sakit . Kemudian Dilbas segera di tangani oleh dokter indah . Ima pun menelfon ibu dilbas .ibu tersani agar segera datang melihat keadaan dilbas .
Ima : Halo, ibu bisa datang ke rumah sakit bhayangkara bu, nggak bu ??
Ibu tirsani :” memangnya ada apa nak ??
Ima : mala pingsan bu. Ibu harus ke sini buat buat ngeliat keadaan dia sekarang bagaimana .
Ibu tirsani : “ iya, iya . ibu pasti datang . Terimah kasih atas pemberitahuannya .
                Tak beberapa lama kemudian , ibu dilbas pun datang . setelah genap 15 menit memeriksa keadaan dilbas , akhirnya dokter indah pun telah selesai memeriksanya . Namun wajanya tidak kelihatan bahagia .
Ibu  tirsani : “ dokter, bagaimana keadaan dilbas ?? “
Dokter : “ sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya, saya sudah bekerja semajksimal mungkin, tai saya bukan lah tuhan yang bisa mengubah jalan seseorang . maaf , anak  ibu tidak bisa di selaatkan, kondisinya sudah sangat kritis dan sel kankernya tersebut telah menyebar ke seluruh tubuh.
Ibu tirsani : “ maksud dokter , Dilbas telah meninggal ?? “
Dokter : “ saya berusaha bu ,”
Ima : “ dilbas, ini ngga mungkin.
                Dokter indah pun pergi meninggalkan ima dan ibu tirsani . ima pun menghampiri ibu tirsani yang sedang menatapi kepergian Dilbas .
Ima : “ ibu yang sabar ya bu .aku yakin di balik kejadian pasti ada hikma yang dipetik”
Ibu tirsani : “ terimah kasih ya, selama ini kamu sudah menghiasi hari-hari Dilbas lewat persahabatan yang kalian jalani bersama “
Ima : “ udah bu, aku juga emang sedih karena kepergian Dilbas. Tapi, nasi sudah menjadi bubur . dan semua itu udah ngga bisa kembali lagi .”
Ibu tirsani : “ iya, benar . semoga saja dilbas tenang dialam sana”
Ima : “Amiin “
                Keesokan harinya pun jenasa dilas sudah sampai dipemakaman yang berada tepat di depan sekolah ima
Fatma : “ ima !! (berlari dengan tergopoh-gopoh) gue udah dengar dari siswa-siswa kalau dilbas meninggal karena penyakit kanker otak .”
Ima :” iya hari ini dia akan di makamkan “
Fatma : “ kalau gitu cepat kita ke pemakaman dia (menggenggam tangan ima)”
Ima : “ ya, iya .”
                Sesampai di pemakaman ima dan fatma melihat ibu tirsani yang terus menangis .
Ima : “ dil, kenapasih lo cepat banget tinggalin gue ?? gue ngga mau pisah sama lo . “
Fatma : udalah im’s kita harus relain kepergian dilbas. Ini semua mungkin sudah jadi takdir tuhan “
Ima : “ (menangis sambil memandangi batu nisan dilbas) , dil , kenapa sih lo harus ninggalin gue secepat ini , lo pergi sebelum gue bisa bikin lo bahagia . asal lo tau dil, di hati gue ngga ada sahabat sebaik lo. Lo itu sahabat sejati gue , yang selalu bisa nemanin gue, dalam suka ataupun duka. Dil , semoga lo tenang di alam sana , karena gue juga ngga akan lupain lo . selamat jalan ya sobat !!! (beranjak pergi meninggalkan rumah abadi milik sahabatnya ).


SELESAI





Komentar